Yayasan Pendidikan Islam Daar El Hasanah, Berbasis Lokal dan Berwawsan Internasional, Kunjungi Website Ponpes Daar El Hasanah di www.daarelhasanah.com

Tampilkan postingan dengan label TBM Maktabah Jawilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TBM Maktabah Jawilan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Oktober 2013

Surat Untuk Bunda "RATU"


Ass,,,kepada yang terhormat bunda Hj Ratu Atut Chosiah di singgasana KERAJAAN BANTEN, sebelumnya perkenalkan bunda,nama saya Nurul saya berasal dari daerah kecil di kecamatan jawilan, 

Jika bunda tidak terlalu sibuk menghitung lembaran-lembaran rupiah yang bunda punya kiranya bunda bersedia membaca cerita- cerita miris tentang tempat tinggal ku,tentang banten,tentang wilayah yang bunda dan sanak saudara bunda kuasai,bunda tau kah engkau ? 

Disini di kecamatan jawilan nasib kami terkatung- katung memikirkan bagaimana lahan kami kedepan,bagaimana kami bisa melanjutkan hidup di tengah semua lahan-lahan subur kami di jadikan tambang pasir ?

Air yang dulu jernih sudah tampak keruh,jalan-jalan yang bunda bangun kini sudah nyaris rusak bunda,aku kasian melihat orang- orang tergelincir di jalanan karena jalan yang kau bangun setiap pagi licin oleh truk-truk pasir yang melintas,belum lagi lubang besar yang diciptakan bekas pertambangan pasir perlu bertahun-tahun bahkan berpuluh- puluh tahun agar rata dengan tanah kembali,bunda ? Sudikah engkau sedikit memperketat para pemilik modal besar untuk tidak menggunakan uang nya untuk membuka tambang pasir lagi,cukup generasi kami yg merasakan dampak nya,bunda ?

Aku miris melihat teman-teman ku meraba- raba masa depan mereka karena kesulitan untuk bersekolah,andai kau tahu bunda,kami bersekolah tidak betul-betul gratis sepenuhnya masih ada biaya yang harus kami keluarkan untuk bersekolah,ahh bunda orang tua teman-teman kami begitu kesulitan untuk membayar semua itu

Ditambah lagi aku mendengar teman ku bercerita tentang sekolah tempat dia menimba ilmu awal cerita rona kebahagian terpancar dari teman ku karena sekolah nya mendapat subsidi pembangunan untuk pembuatan gedung baru,wahh salut untuk bunda ratu yg peduli akan pendidikan,tetapi selang beberapa bulan kemudian teman ku yang sama bercerita hal serupa dia berbicara mengenai gedung baru yg kau hadiahkan tetapi kali ini rona kesediah yang nampak,dia bercerita bahwa gedung sekolah yang baru beberapa bulan di bangun kini sudah roboh kembali,ada perasaan menyayat hati mendengar nya,mengapa demikan bunda ? Mengapa kebahagian teman ku tidak berlangsung lama ?

Bunda jaminan kesehatan yang gratis itu tidak membuat kami tersenyum lega,karena kami merasa di permainkan oleh iming-iming GRATIS, kami kerap kali diabaikan oleh rumah sakit dimana kami berharap mendapatkan kesehatan yang layak,namun koordinasi yang rumit,bunda tidak tersentuhkan kau melihat rakyat menderita,rikuh menahan lapar,menadahkan tangan kepada setiap mobil yg melintas,sedangkan engkau berlenggang ria menikmati kerajaan mu apakah harta mu yang entah berapa banyak membutakan mata mu bunda ?

Mengapa kau selalu diam di tengah janji-janji akan perubahan kami tagih, apa kau terlalu sibuk mempersiapkan siapa lagi SANAK SAUDARA mu yang akan menguasai banten,sehingga engkau tidak ada waktu untuk berceloteh dengan kami mendengarkan,dan mencoba memahami apa yg kami mau dan kami butuhkan, atau engkau terlalu sibuk menghitung pundi- pundi emas yang kau punya,sehingga kilau nya membutakan mata mu ?

Bunda kini aku lebih mengenalmu,setiap hari aku melihat wajahmu,wajah sanak saudara mu di televisi,di koran, mereka membicarakan mu bunda,mereka membicarakan tentang SUAP ? Apa kau tahu apa itu suap bunda ?

Mengapa bunda melakukan itu ? Untuk apa suap itu bunda, beritahu kami bunda, kami generasi yang bermartabat tidak pernah mengenal kata SUAP,bunda terlalu banyak hal-hal yang ingin aku ceritakan tetapi aku memahami bunda tidak akan mau mengahabiskan waktu mu lebih lama lagi untuk mendengar ocehan dari bocah ingusan seperti saya

Terimakasih atas perhatian bunda ratu, lihat kami bunda,pahami apa yg kami mauu dan kami butuhkan jangan sampai pundi-pundi emas mu menyilaukan mata mu bunda.

Sumber : https://www.facebook.com/groups/1420534584828746/permalink/1423125724569632/

Selasa, 10 September 2013

Launching Peduli Masyarakat TBM Maktabah Jawilan

 photo tbm3_zpse130d6a9.jpg


Taman Bacaan masyarakat atau TBM adalah salah satu wadah yang bergerak dibidang pendidikan yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kembali minat baca masyarakat tanpa membedakan status sosial, ekonomi, budaya, agama, adat istiadat, tingkat pendidikan dan lain sebagainya.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya daerah Banten salahsatunya KECAMATAN JAWILAN bagi ekonomi menengah ke bawah, membeli buku adalah sesuatu yang berat. Tentunya selain buku pelajaran untuk sekolah anak-anaknya. Mungkin
bagi sebagian dari mereka, membeli beras dan kebutuhan lainnya lebih penting. Tak dapat dipungkiri, memang.
Salah-satu solusi yang dirilis oleh H. Bakroni Latar (Aktifis Muda Jawilan) untuk persoalan ini adalah dengan dibentuknya Taman Bacaan masyarakat "MAKTABAH JAWILAN" dengan semboyan "TBM Maktabah Jawilan Merupakan Sumber Sarana dan Media Belajar Kita Untuk Menguasai Dunia", dimana masyarakat di TBM itu dapat menikmati isi buku tanpa mengeluarkan uang alias gratis.
Bagaimana pengaruh dan perkembangan Taman Bacaan Masyarakat sekarang? Setelah beberapa pelopor, pendiri dan relawan dengan gigih mengajak sesama relawan dan masyarakat umum untuk turut membangun TBM di lingkungannya, terbukti TBM sangat membantu masyarakat dalam mengentaskan buta huruf, pengembangan dan pelestarian budaya lokal, pembentukan karakter dan akhlakul karimah pada anak, dan tentu TBM hadir sebagai education bagi seluruh lapisan masyarakat untuk selalu belajar peduli dengan lingkungan khusus nya di Jawilan.

TBM Maktabah Jawilan lahir pada 4 September 2013 yang telah di gagas dan didirikan oleh H. Bakroni Latar atas hasil renungan dan survey dengan cara terjun langsung terhadap seluruh lapisan  masyarakat yang terbukti disana masih banyak anak-anak yang sekolah namun hakikat nya terlantar artinya anak tersebut sekolah namun sepulang nya sekolah dirumah tidak ada yang mengarahkan dan membimbing belajar, kasar nya begitu pulang sekolah tas, buku, dan seluruh perangkat pembelajaran lainnya ma'a salamah tanpa dibaca sedikitpun tentu hal ini perlu perhatian khusus bagi kita untuk dapat mencegah hal seperti itu karena nasib bangsa dan Negara ini tergantung pada kondisi anak muda saat ini

TBM Maktabah Jawilan ini berlokasi di Jl. Perum Taman Sejahtera, Kp. Sabrang, Desa/Kec. Jawilan, Serang-Banten. 42177 yang bertempat dirumah gubuk reot milik orangtua pendiri, namun tidak berkecil hati karena saya yakin diluar sana masih banyak para cendikiawan muslim yang peduli dengan hal itu

Untuk itu mohon kepedulian terhadap seluruh lapisan masyarakat dunia agar bisa turut berpartisipasi aktif dalam meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat kita khusus nya di Jawilan dengan cara mengumpulkan buku bacaan bekas yang masih layak pakai lalu setorkan atau sumbangkan terhadap TBM Maktabah Jawilan, melalui Direktur TBM Maktabah Jawilan Bpk. H. Bakroni Latar, Kontak HP. 081 280 485 019 PIN BB : 2AF2866D, atau melalui Wakil Direktur Bpk. Erdiansyah dengan HP. 085 218 151 985

___ Berita Dalam Negeri ___

CARI TULISAN DISINI
PILIH BAHASA